Keprihatinan Menyaksikan Masyarakat yang Mudah Emosi

Menyaksikan berita televisi akhir-akhir ini, kita melihat betapa beringasnya orang-orang di sekitar kita ini. Saya katakan di sekitar kita, karena mereka masih di lingkunagn kita, bumi.

Tawuran antar pendukung klub sepak bola kini kembali marak. Bahkan berita di televisi beberap pekan yang lalu, ada yang tertangkap polisi karena membawa parang, rantai, dan gir sepeda motor. oalaaaahhhh mas mas, mau lihat pertandingan kug sudah siap-siap perang. Atau ketika salah satu suporter klub sepak bola membakar stasiun kereta api dan gerbong kerta api. Apa keuntungan dari semua ini?

Kejadian di Periuk merupakan bentuk ketidak sabaran dari kedua belah pihak yang bertikai. Antara petugas SATPOLPP dengan warga di Priok. Saya sendiri belum tahu secara jelas motif masing-masing, dan mungkin bisa dikatakan tak acuh mengenai masalah tersebut. Karena siapa yang diuntungkan dengan kejadian tersebut juga tidak jelas.

Atau aksi demo yang berlangsung ricuh, sehingga membuat kerusakan dimana-mana, melukai saudara sebangsa (Kalo demo kan urusan intern dalam negeri), bahkan bisa menyebabkan kematian di salah satu pihak. Apakah memng amarah dapat dengan mudah disulut, ataukah memang sudah disengaja akan berbuat kericuhan sewaktu akan mulai demonstrasi?

Berita paling gress adalah amukan karyawan salah satu perusahaan di negri ini. Konon sebabnya adalah karena diejek oleh karyawan asing, dan sindiran itu mengandung unsur yang menyinggung ras. Tapi apakah dibenarkan jika setelah diejek, kita lantas membakar sumber penghasilan mereka. Mari kita resapi dalam hati.

Saya mengungkapkan hal-hal tersebut karena keprihatinan saya. Apakah sebegitu tipis kesabaran kita?

13 thoughts on “Keprihatinan Menyaksikan Masyarakat yang Mudah Emosi

  1. Hal ini saya kira multi dimensi. Tidak mudah menguraikan benang kusut kenaikan level treshold marah orang – orang di suatu lingkungan. Mungkin perlu kajian Sosial dan Kriminologi

    Salam

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s