Apa yang Ku Tahu?

Ternyata Neraka itu lebih mahal daripada surga

Posted by: fajar2908 on: 5 Mei 2009

Beberapa hari terakhir, aku mengalami perenungan perenungan yang bertubi. Banyak masukan dari teman-teman yang menyuplik kandungan Al-Quran. Kritik dan saran mereka sungguh menggetarkan hatiku. Pengajian pun berisi penjebar semangat (kata Adi).
Terus saya mencobe menorahkan secuil dari sekeping ilmu yang saya terima. Bahwasanya, mari kita beramalal sebanyak-banyaknya untuk meraih kebahagiaan di akhirat. Banyak jalan untuk meraih surga, jika sampai tidak dapat, itu karena kemalasan dan kebodohan manusia.
Perbandingan antara jalan-jalan ke surga dan ke neraka adalah lebih mahal (dari segi materi dan waktu) jalan ke neraka. Dari segi materi, untuk membeli sebotol khamr adalah Rp2.500.000,- atau yang paling murah Rp. 20.000,- (dari berbagai sumber). Sedangkan untuk beramal menuju takwa kita bisa berp[uasa yang harganya gratis, atau bersedekah minimal dengan senyum kepada saudara.
Dari segi waktu, untuk mendapat dosa, perlu ber jam-jam duduk di diskotik dengan gadis-gadis (atau bukan) dengan kesenangan. Dalam waktu yang sama, iktikaf di masjid. atau dalam waktu yang lebih pendek dengan shalat.
Sekelumit perbandingan ini, semoga dapat menjadikan cambuk hati untuk lebih memperhatikan tingkah laku.

Persoalan Yang Terus bertambah

Posted by: fajar2908 on: 17 April 2009

Setiap manusia tentu pernah mengalami yang namanya masalah. Masalah-masalah akan senantiasa datang seakan tiada jeda jeda. bahkan ada masalah yang bertumpuk-tumpuk.
Kita mulai rekapnya permasalahan dari kecil, awalnya kita tidak bisa apa-apa, mesalah pipis saja merupakan masalah terbesar kita. sedikit dewasa, kita sudah menjadikan masalah yang tadi menjadi sederhana. timbul masalah lagi, bagaimana berjalan, bagaimana berlari. Karena masih baru, hal ini dianggap suatu yang besar, suatu yang luar biasa.
Menginjak masa sekolah. Memegang buku, untuk menulis membaca dan berhitung terasa berat, terasa melelahkan. Tetapi menjadi kelihatan sederhana setelah kita melaluainya. setelah kita berhasil mempelajari dan menyelesaikan pembelajaran itu.
Lulus sekolah dasar, permasalah bertambah dengan permasalahan sosial dengan teman sejawat. jadi bertambah deh masalahnya. Dan seterusnya hingga permasalahan yang kita hadapi sekarang ini. masing masing orang berbeda.
Yakinlah, permasalahan berat yang kita hadapi sekarang. di waktu mendatang akan kita lihat sebagai masalah yang mudah.

Hai Manusia Di Dalam Cermin

Posted by: fajar2908 on: 11 April 2009

Apa kabarmu
Aku kira tidak berbeda denganku

Kamu adalah gambaran diriku yang paling jujur
Hanya dari kamu aku dapat mengrti diriku

Di Per4an ini

Posted by: fajar2908 on: 25 Maret 2009

Sore ini, aku pulang dari kampus dengan membawa penat dan segenap tugas. Aku mulai menyetarter motor supra fit yang biasa aku tunggangi. seperti biasa pula kusapa SKK UGM yang biasa berjaga di parkiran “sore pak !”, seperti itu aku sore ini. seperti biasa tidak ada yang spesial.

Sesampai di perempatan antara jakal dan selokan mataram, aku berhenti. tentunya karena lampu merah menyala. kemudian ada dua anak kecil yang umurnya sekitar 6 tahunan menghampiriku, hendak mengelap motorku yang memang sudah kusam. tapi sebelum sampai kilambaikan tanganku pertanda aku menolaknya, tanpa aku beri uang. aku berfikir sungguh kejam diriku kepada anak tadi, dia mencari nafkah untuk kehidupannya, namun tidak aku beri apa-apa.

Lamunanku terus berputar, terus terngiang di otakku. betapa beruntungnya aku selama ini, aku bisa sekolah, walau pun ketika awal masuk sekolah aku selalu lari, aku tidak mau sekolah. sekarang aku sadar pentingnya sekolah. Aku bisa makan kenyang, aku tidak kekurangan walau sebagai manusia, manusiawi jika dengan keserakahanku aku menginginkan lebih.

Aku sempat membayangkan apa jadinya dua anak yang tadi menghampiriku kelak jika dia sudah besar? Aku juga sempat bertanya dalam hati, kemana orang tuanya? Sungguh aku belum menemukan jawabnya.

Butuh Inspirasi

Posted by: fajar2908 on: 25 Maret 2009

Otakku buntu, tak mampu berfikir lagi, entah kenapa. Mungkin karna kurang dekat kepada Alloh, sehingga Dia enggan memberi petunjuk. Sekarang ini saya sedang dalam proses penyusunan TA di kampus, begitu banyak stresing, hingga tidur tidak nyenyak.
Saya butuh inspirasi teman-teman, Sudah ada beberapa pemikiran, tapi beberapa itu sudah buntu pula di minggu pertama. Sebelumnya terima kasihku kepada Mas Adi yang telah memberi banyak inspirasi yang walau semuanya berhenti ditengah jalan. Bukan usulanmu yang gak bagus, tapi sangat sulit untuk saya implementasikan.
Ada lagi yang pengen memberi aku masukan, saran, ide untuk langkah awal TA saya???