•7 Agustus 2008 •
5 Komentar
Pagi ini, desala kesibukanku sebagai orang yang sok sibuk, aku berbincang sama temanku. Temanku adalah orang yang kukenal satu setengah bulan yang lalu. Dia bercerita panjang-lebar tentang kehidupannya. Menurutku itu adalah kehidupan yang teramat sulit untuk kubayangkan.
Awalnya dia adalah anak serang yang berkecukupan, untuk masalah harta, dia tidak kekurangan. Tetapi kehidupan itu segera berubah ketika sang ibu curiga kepada ayahnya bahwa ayahnya main serong. Lha, si ayah yang tidak merasa main serong ogak terima, terjadilah pertengkaran seru. Akhirnya, diputuskan si ayah keluar dari tempat kerja (walaupun keputusan ini diambil bukan lantaran akal sehat) dan gantian si ibu yang bekerja.
Setelah sekian bulan, karena tidak bekerja, si ayah jadi stress dan masuk rumah sakit jiwa. Si ibu bingung, dia meninggalkan pekerjaan dan lupa mengurus anak, untuk mengurus suami yang stress karena nganggur. Setelah pulih si suami bekerja lagi sebagai mandor bangunan. ketika mbengun jembatan, ada banjir, dan semua meterialnya hanyut. si suami stres lagi dan masik rumah sakit jiwa kembali.
Kembali anak anak dilupakan, dan mereka mengambil jalan hidupnya masing-masing. Ketika tulisan ini dibuat, si suami sudah meninggal, si ibu sudah tua, dan si anak sudah besar dan bisa mencari nafkah sendiri.
Ditulis dalam Uncategorized
•6 Juni 2008 •
6 Komentar
Nak dengarlah bicara bapakmu
Yang kenyang akan hidup terang dan redup
Letakkan dahulu mainan itu
Duduk dekat bapak sabar mendengar
Kau anak harapanku yang lahir di jaman gersang
Segala sesuatu hanya ada karena uang
Ya . . . . . ya . . . . . ya . . . . . ya . . . . . .
Kau anak dambaanku yang besar di kancah perang
Kau harus kuat yakin pasti menang
Sekolah biasa saja jangan pintar-pintar percuma
Latihlah bibirmu agar pandai berkicau
Sebab mereka sangat perlu kicau yang merdu
Sekolah buatmu hanya perlu untuk titel
Pedulu titel didapat atau titel mu’jizat
Ya . . . . . ya . . . . . ya . . . . . ya . . . . . .
Sekolah buatmu hanya perlu untuk gengsi
Agar mudah bergaul tentu banyak relasi
Jadi penjilat yang paling tepat
Karirmu cepat uang tentu dapat
Jadilah Dorna jangan jadi Bima
Sebab seorang Dorna punya lidah sejuta
O . . . . o . . . . o . . . . . o . . . .
Hidup sudah susah jangan dibikin susah
Cari saja senang walau banyak hutang
Munafik sedikit jangan terlalu jujur
Sebab orang jujur hanya ada di komik
Pilihlah jalan yang mulus tak banyak batu
Sebab batu-batu bikin jalanmu terhambat
Ya . . . . . ya . . . . . ya . . . . . ya . . . . . .
Pilihlah jalan yang bagus tak ada paku
Sebab paku itu sakit apalagi yang berkarat
Jadilah kancil jangan buaya
Sebab seekor kancil sadar akan bahaya
Jadilah bandit berkedok jagoan
Agar semua sangka engkau seorang pahlawan
Jadilah bunglon jangan sapi
Sebab seekor bunglon pandai baca situasi
Jadilah karet jangan besi
Sebab yang namanya karet tahan kondisi
O . . . . o . . . . o . . . . . o . . . .
O . . . . o . . . . o . . . . . o . . . .
Anakku aku nyanyiakan lagu
Waktu ayah tak tahan lagi menahan murka
-Rahman Tardjana- .
Pesan-pesan diatas merupakan sindiran. Karena semuanya mengajak untuk menjadi orang jahat.
Ditulis dalam Uncategorized