Riba

Pengertian riba

Arti kata riba menurut bahasa adalah tambahan atau berkembang. Sedangkan menurut syariat riba adalah penambahan pada harta dalam akad tukar-menukar tanpa adanya imbalan atau pengambilan tambahan dari harta pokok atau modal secara batil.

Dalil-dalil dalam Al-Qur’an seputar masalah riba

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba (yang belum dipungut), jika kamu orang yang beriman. (Q.S. Al-Baqarah: 278)

Dan disebabkan karena mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih. (Q.S. An-Nisa: 161)

Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah SWT tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan selalu berbuat dosa. (Q.S. Al-Baqarah: 276)

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran tekanan penyakit jiwa (gila). Keadaan mereka yang demikian itu disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah SWT telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba… (Q.S. Al-Baqarah: 275)

6 Cara Mengembangkan Bisnis Toko

Apakah Pembeli toko anda selalu orang itu-itu saja?atau Apakah Omset toko anda tidak mengalami kenaikan?atau Apakah penghasilan toko yang sudah anda simpan jumlahnya sudah lumayan banyak dan ingin memaksimalkan bisnis anda? Mungkin anda sudah saatnya untuk mengembangkan bisnis agar mencapai hasil yang lebih maksimal. Setiap pelaku bisnis tentu ingin usaha yang digelutinya semakin berkembang, demikian pula dengan bisnis toko kelontong.Bisa jadi cara yang ditempuh untuk jenis bisnis berbeda-beda.Adapun untuk bisnis toko kelontong ada beberapa cara yang bisa anda tempuh. Mengembangkan Bisnis.

Berikut ini adalah 6 cara mengembangkan bisnis toko kelontong:

  1. Menambah item/nama barang.
    Tentunya tidak asal menambah harus ada pemikiran barang apa saja yang kira-kira dibutuhkan orang yang belum ada di toko anda dari makanan,minuman,sandal,keperluan bayi,es krim,obat-obatan,alat-alat kebersihan,alat-alat listrik,pulsa ,air galon,elpiji dan lain-lainnya.Hal ini bisa dilakukan atas dasar inisiatif/feeling anda sendiri atau karena banyaknya orang yang menanyakan suatu barang di toko anda tapi tidak tersedia.Dengan semakin banyak item barang peluang bertambahnya omset juga semakin besar.
  2. Menambah segmen pasar.
    Amati lingkungan disekitar anda segmen pasar mana yang belum anda sentuh, dari Anak-anak, Pedagang, Anak sekolah dan lainnya-lainnya. Segmen anak-anak bisa berupa jajanan, mainan atau minuman. Untuk segmen pedagang berupa bahan keperluan dapur, plastik sedangkan segmen anak sekolah berupa alat-alat tulis.
  3. Menambah jasa.
    Misalnya Laundry,Loket pembayaran PLN atau telkom. Untuk jasa Laundry anda tidak perlu keluar modal karena banyak pemilik laundry yang menjalin kemitraan dengan sistem prosentase cukup pasang papan nama,lalu anda tinggal menunggu pelanggan. Sedangkan untuk Loket pembayaran PLN atau Telkom anda perlu mengeluarkan modal untuk menyediakan Pirantinya seperti Komputer, Modem, Langganan internet dan Printer serta Deposit yang memadai.
  4. Memperbanyak titipan.
    Biasanya barangnya berupa makanan. Anda tidak perlu mengeluarkan modal serta tidak menanggung resiko apabila tidak laku. Anda hanya perlu menjualnya saja. Walaupun anda tidak mengeluarkan modal tapi keuntungannya lumayan untuk itu makin banyak titipan peluang menambah omset akan semakin besar.
  5. Menjadi semi Agen.
    Bila selama ini anda menjual barang secara eceran coba untuk menjual barang secara partai/grosir atau untuk dijual kembali, sasaran utamanya warung-warung kecil. Usahakan Agar harga jual anda bersaing dengan agen atau kalau beda nggak terlalu besar salah satu caranya adalah dengan belanja barang di agen minimal 1 dus atau partai besar. Anda bisa nego dengan agen langganan. Salah satu cara yang bisa anda tempuh misalnya ABC susu 1 dus anda jual rencengan isi 10 atau anda menjual minuman per dus, memang prosentase keuntungannya sedikit tapi kalau jamlah barangnya banyak keuntungannya lumayan juga.
  6. Membuka Cabang.
    Sebenarnya apabila cara 1 sampai 5 berjalan sukses akan membuat anda semakin sibuk tidak ada waktu luang namun apabila anda tetap menginginkan lebih berkembang lagi cara yang terakhir ini bisa anda tempuh. Dengan membuka cabang tentu saja akan semakin menambah omset dan penghasilan. Anda bisa mencari lokasi lain yang lebih strategis, tentu dengan pengalaman anda selama ini akan lebih mudah dalam menentukan lokasi mana yang lebih menjanjikan. Satu hal lagi yang paling penting adalah mencari tenaga kerja yang akan mengelola toko tersebut. Yang sering saya jumpai adalah bekerja sama dengan orang terdekat misalnya saudara sendiri, sistem yang dipakai adalah bagi hasil. Karena sistim ini mengandalkan kepercayaan tentu saudara sendiri akan lebih safe. Keuntungan yang akan diperoleh apabila anda memiliki cabang antara lain selain omset bertambah perputaran barang juga cepat serta kuantitas barang lakunya semakin banyak sehingga anda bisa belanja barang dalam partai besar yang harganya tentu lebih murah sehingga keuntungan juga semakin bertambah.

Sampai disini dulu tips mengenai 6 Cara Mengembangkan Bisnis Toko Kelontong,Semoga bermanfaat untuk kesuksesan bisnis anda.Jangan lupa selalu kunjungi Blog Bisnis Warung untuk mendapatkan tips-tips seputar bisnis toko kelontong.Selamat Mencoba,SALAM SUKSES!

Sekedar catatan bagi diri saya sendiri yang saya dapat dari : http://bisniswarung.blogspot.com/2012/05/6-cara-mengembangkan-bisnis-toko.html

Beratnya Seorang Penemu

Bagi orang yang tidak mengerti akan agama, menemukan barang bisa menjadi sesuatu yang menyenangkan. Bisa beranggapan bahwa barang temuan merupakan nikmat. Namun sesungguhnya, menemukan barang itu merupakan sebuah amanah. Amanah untuk bisa mengembalikan kepada pemiliknya.

Aturan jika seorang muslim menemukan barang adalah mengumumkannya secara aktif selama dua tahun, setelah itu barang yang ditemukan tersebut boleh dimanfaatkan.

Lantas, daripada repot mengumumkan, mending tidak usah diambil saja (dibiarkan biar ditemukan orang lain). Tindakan ini juga tidak tepat, karena jika yang menemukan tidak faham atas masalah ini, bisa-bisa barang tersebut tidak sampai ke pemiliknya.

Walaupun berat, namun harus dijalani, karena balasan yang diharapken bagi seorang muslim hanyalah dari Allah saja.

Kisah Tiga Musafir dan Bekal Mereka

Pada masa khalifah Ali bin Abi Thalib, ada tiga orang yang sedang melakukan perjalanan (musafir). Tiga orang tersebut masing-masing membawa bekal yang berbeda. Salah satu dari mereka membawa lima buah roti. yang lain membawa tiga buah roti. sedangkan musafir yang ketiga tidak membawa roti.

Di perjalanan tersebut, bekal dari ketiga orang ini dibuka bersama, kemudian dimakan bersama-sama. masing masing orang memakan bagian yang hampir sama tanpa diperhitungkan.

Ketiga di salah satu jalan, mereka harus berpisah. orang yang tidak membawa roti berjalan sendiri. sedangkan yang membawa bekal lima dan tiga buah roti masih berjalan bersama. Sebelum berpisah, orang yang tidak membawa bekal roti meninggalkan uang sebesar delapan dinar.

Ketika hanya berdua saja orang yang membawa bekal lima buah roti dan tiga buah roti hendak membagi uang pemberian orang yang tidak membawa bekal roti. Menurut orang yang membawa bekal lima buah roti, pembagian yang adil adalah lima dinar untuk yang membawa lima buah roti dan tiga dinar untuk yang membawa tiga buah roti. Namun orang yang membawa tiga buah roti menganggap pembagian itu tidak adil dia ingin dibagi sama yaitu empat dinar untuk masing masing orang.

Karena tidak ketemu, masalah ini diadukan kepada amitul mukminin Ali bin Abi Thalib. Kemudian pembagian yang adil menurut Ali adalah tujuh dinar untuk yang membawa lima buah roti dan satu dinar untuk yang membawa tiga buah roti. Jelas saja ini jadi membingungkan bagi keduanya.

Kronologis pengambilan keputusan ini adalah, dianggap masing masing orang memakan jumlah roti yang sama. Masing-masing roti dibagi menjadi tiga bagian. sehingga menjadi lima belas bagian detambah sembilan bagian sama dengan dua puluh empat bagian. Jika mereka makan sama banyak, masing masing makan delapan bagian. Yang membawa bekal lima buah roti, berarti memberika tujuh bagian roti kepada yang tidak membawa roti, karena dia makan delapan bagian. Dan yang membawa tiga buah roti memberikan satu bagian roti kepada yang tidak membawa bekal dan dia makan delapan bagian. Jika dihargai satu bagian sama dengan satu dinar berarti tujuh dinar untuk orang yang membawa lima buah roti dan satu dinar untuk yang membawa tiga buah roti.

Semoga dapat diambil pelajaran dari kiash ini. Diambil dari buku Keadilan Rasullullah para sahabat dan mungkin sedikit perubahan karena kapasitas otak manusia itu terbatas.

Rumah, bukan sekedar tempat untuk tidur

Rumah merupakan sebuah bangunan, yang tidak berbeda dari bangunan-bangunan lain. Pada umumnya, rumah tersusun dari pondasi, tiang, dinding, pintu, ventilasi dan atap. Adapun bahan yang digunakan untuk membuatnya bisa beragam. ada yang pondasi nya terbuat dari beton, kayu ada pula yang dari bambu. Tiang bisa dari susunan semen, bisa kayu, atau bambu. Pintu bisa dibuat dari kayu atau besi. Dinding bisa terbuat dari anyaman bambu, batu bata, batako, atau gibsum. Sedangkan atap bisa terbuat dari tanah merah, semen, asbes, seng dan lain-lain.

Setiap rumah memiliki arti tersendiri bagi pemiliknya. Dan hal ini bersifat prifat. seseorag tidak boleh masuk rumah orang lain tanpa seijin yang puna rumah. Suasana di dalam rumah juga bisa beragam, dipengaruhi oleh si empunya rumah itu sendiri.

Rumah adalah tempat seorang melepas lelah dan mengumpulan tenaga untuk beraktifitas lainnya. Rumah tempat berteduh etika panas maupu hujan. Rumah tempat berkumpulnya keluarga.

Rumah adalah tempat kembali ketika senja tiba. yang dimaksud senja disini bisa senja dalam arti yang sebenarnya, atausenja dalam arti umur yang telah udzur. Ketika semasa muda, orang beraktifitas dengan dinamis, mungkin hingga ke luar negri, dia akan pulang ketika sudah tua dan hanya beraktifitas dalam lingkup yang terbatas.

Dan rumah adalah tempat untuk dirndukan.

Petaka sementara

Seminggu lalu aku memang gak pernah online. karena kalau online rasanya percuma saja. Jika online, aku tidak bisa membawa hasil download-tan ke asrama tercinta. Kenapa tidak bisa dibawa pulang, karena satu hal yang menghalangi. Apa yang menghalangi? sesuatu hal. Hal apakah itu? suatu musibah. Musibah apa yang menimpa? Musibah kecil.

Wah prolognya muer-muter nih yaw. Pokoke seminggu lalu ada kejadian yang memilukan. Satu barang kecilku yang serng kupegang-pegang, kubawa-bawa dan cukup bermanfaat bagi diriku dan rang sekitarku hilang entah kemana. Kucari-cari di almari, di rak, di meja, di Pogung, dan di Seturan belum. Kutanya pada Teman teman se asrama, kutanya teman-teman lain, gak ada yang tahu. wah kemana lagi harus kucari.

Dengan hilangnya benda kecil ini,  hatiku kacau (kayak waktu meletus balon hijau dor!!!). Aku tidak bisa ngopy data dari mana saja kemana saja dan kapan saj, sejak itu

Dan akhrnya kesedihanku harus berakhir, tapi ada kasedihan lagi. barang kecil yang bermanfaat itu ketemu juga. Letaknya di saku celana yang kucuci. hua… 😦 . Coba dibayangan, barang elektronik, dikom dikasih detergen, dicuci, dijemur.

Dengan berat hati benda mungil berwarna hijau-puih itu ku ambil, kukeringkan semalam, dan kucoba, walaupn kadang error, tapi aku tetap bersyukur. Alhamdulillah.  Maaf ni nulise banyak salah ketik, kibote atos baanget. Coba tebak barang kecil itu apa???

Modus Kejahatan

Dahulu orang mau melakukan kejahatan, dilakukan dengan sembunyi-sembunyi. Mencuri dilakukan sembunyi-sembunyi atau dimalam hari ketika kebanyakan orang sedang terbuai mimpi mereka masing-masing. Namun sekarang, di-era modern, dan era informasi kejahatan tidak lagi dilakukan dengan sembunyi-sembunyi. Ada trik yang sekarang nge-tren dikalangan pencuri. Baru beberapa hari ini saya dikasih tahu teman saya, bahwa duitnya hilang. Lha lantas kenapa bisa hilang? Begini ceritanya… Lanjutkan membaca “Modus Kejahatan”