Bocah Itu Memang Ga Kenal Takut

Tadi sore saat saya mengantarkan adik ke asramanya, secara tidak sengaja mataku tertuju dan memperhatikan dua oranga nak kecil yang sedang bermain ditepi gang. Kedua anak ini memang nggak mengenal rasa takut. Mereka memainkan seekor kucing besar. Cara memegangnya pun belum tepat, mereka tarik-tarik ekor kucing itu. Mengingatnya saya menjadi geli, pengen tertawa.

Terkadang kita sebagai orang dewasa terlalu mengkhawatirkan anak-anak kecil tersebut sehingga melarangnya berbuat ini dan itu. Perintah-perintah yang berupa larangan dan pantangan dari orang dewasa ini menjadikan tertanam pada pikiran seorang anak.

Seorang anak memang berbuat sesuatu yang mengkhawatirkan karena ketidaktahuannya. Kita sebagai orang dewasa yang mengawasi dan mengingatkan. Bukan lantas selalu melarang-larang hal-hal remeh yang sebenarnya tidak membahayakan.

Pernah ada seorang ibu yang melarang bahkan hingga memarahi anakknya yang sering bermain didepan panggung ketika ada acara apa-pun. Ibu itu merasa khawatir dan ‘mungkin’ malu jika anakknya bermain di depan para peserta lain. Akhirnya ketika beranjak dewasa anak tersebut tidak lagi berani tampil ke depan dan selalu bergemetar jika dilihat banyak orang.

Oleh karenanya, mari kita awasi dan kita beri pengertian kepada anak-anak atau adik kita mana yang benar dan mana yang salah untuk memupuk kedewasaannya. Bukan memberikan perintah dan pantangan tanpa memberi penjelasan kepadanya.

Semoga bermanfaat.🙂

17 thoughts on “Bocah Itu Memang Ga Kenal Takut

  1. Memang anak itu ibarat kertas kosong, tanpa tulisan satupun. Melarang anak untuk melakukan hal-hal yang tidak kita senangi walaupun itu tidak salah maka akan berbekas pada mereka. Nantinya ketika sudah besar, anak itu mungkin akan menyesal kenapa dulu aku dilarang padahal itu berguna bagi saya sekarang.
    Contohnya saya : gara-gara waktu kecil tidak boleh maen, mandi/renang di sungai, sekarang aku jadi tidak bisa berenang..Tapi tidak apalah

    Suka

  2. ikut nimbruung.. tulisan yg sederhana, bagus🙂
    betul mas.. kadang aku jg masih suka ngelarang2 anak kecil. padahal mreka harus diajarin. tp anggapanku melarang sudah berkurang, karena ak juga kadang merasa benci kalo aku dilarang2.
    dari kecil aku dilarang pacaran. sampe akhirnya pas aku punya pacar jadi jauh ma ortu, dan aku bandel. haha..

    Suka

  3. Cara memegangnya pun belum tepat, mereka tarik-tarik ekor kucing itu.

    tapi masa buntut kucing ditarik2 to mas?
    kalo kayak gitu harus diegur,bukan untuk menyiutkan nyali mereka menghadapi binatang, tapi diajari prikehewanan
    memang ada kalanya menegur anak itu salah karena membatasinya, tapi disisi lain orang tua juga bertanggung jawab dengan perkembangan moral anaknya, kalau dari kecil tidak diajari menyayangi sesama mahluk Alloh(meskipun ‘hanya’ seekor binatang), besarnya gimana?
    hehehehe cuma pendapat saya saja mas, tapi kalau ada anak kecil menarik2 buntut kucing gitu, pasti akan saya tegur, kalo perlu takajari cara memperlakukan kucing yang baik dan benar..🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s