Marah Tanpa Benci

Suatu waktu di dalam mobil bersama bapakku. Kami berdua saling bertukar pemikiran mengenai masalah apa pun. Pada saat sampai saya benci kepadanya, karena dia bla bla bla dan seterusnya (tidak perlu saya ungkapkan disini)”, saya tertegun mendengar jawaban luar biasa dari bapak. begini nasihatnya.. (saya terjemahkan dalam bahasa Indonesia)

Bapak bilang, “Jangan kamu membenci seseorang atau apa pun itu. Sunguh sayang sekali kamu punya sebuah hati, kamu gunakan untuk membenci. Kamu diperlakukan seperti itu oleh teman kamu itu sedah sakit. Jika kamu membencinya kamu akan lebih sakit lagi, namanya sakit hati.”

Saya terdiam mendengar jawaban bapak. tidak bisa menjawab apa-apa.

Bapak melanjutkan, “Munkin kamu bisa saja marah. marah atas apa yang dia lakukan kepadamu, tetapi marah itu harus dikendalikan dan ada batasnya. batasnya adalah tiga hari jika dihitung waktu, atau jika dalam perbuatan tidak boleh merusak diri. Kamu boleh marah, tetapi jangan sampai tumbuh kebencian dalam hatimu. Sungguh rugi, hidup kita punya satu hati, dikotori olh kebencian.”

Saya diam dan memperhatikan. Dan nasihat yang saya dapat beberapa tahun yang lalu, saya selalu teringat. Saya selalu menahan untuk tidak membenci orang lain. Kalaupun saya marah karena luapan emosi, hal itu wajar namun harus segera ditekan, agar tidak berbuah kebencian.

8 thoughts on “Marah Tanpa Benci

  1. saya baru memaafkan untuk kesekian kalinya (sudah banyak kali saya maafkan) orang yang pernah menyakiti saya di jaman dahulu kalau :p
    betul, g ada gunanya marah n benci sm org. cuma jd penyakit hati

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s