Stasiun Balapan s/d Stasiun Maguwoharjo Sore ini

Suatu sore, yah sore ini (4 juli 2010) saya menunggu kereta di Stasiun Balapan, Solo. Terlihat banyak sekali aktifitas manusia berlalu-lalang dengan urusannya masing-masing. Ada yang meu pulang ke Bandung, ada yang mau berangkat ke Bandung, ada yang mau ke Jogja, ada yang mau ke Surabaya, ada yang mau ke Jakarta. Pemikiran orang orang ini berbeda satu sama lain. sungguh aku merasa terasing di keramaian ini.

Kemudian aku mencoba bergeser dari tempat dudukku, menuju tempat dimana saya dapat melihat situasi ini dari sudut pandang lain. Saya menuju tempat sepi diantara peron 5 dan 6. posisi sedikit ke timur. Benar benar jauh berbeda dari tempatku duduk tadi, sebelah selatan peron 1. Dari sini, pemandangan tidak begitu bagus karena terjadi pembangunan di stasiun ini.

Saya kembali bergeser, berganti posisi dan sudut pandang tetap diantara peron 5 dan 6. dilalui olah banyak sekali orang, namun mereka tidak memperhatikan saya, hanya saya memperhatikan mereka.

Ada beberapa kejadian yang saya tengkap dari sudut ini. Pertama tama bocah yang lincah berlarian kesana kemari, tidak takut akan bahayanya melompat-lompat di atas rel kereta api. Yang kedua seorang pemuda yang tali tasnya putus, kemudian di perbaikinya. Di sebelah kanan saya agak jauh kedepan, dua orang anak yang berebut satu mainan dan dengan kasih sayang ibunya melerai mereka.

Berhubung jam sudah mendekati kedatangan kerata yang akan saya tumpangi, saya bergeser ke posisi pertama saya duduk, di dekat peron 1. Di sebelah kiri saya masih kosong, sebelah kanan saya ada seorang pria yang tadi saya kenalan dia kuliah di UII angkatan 2004 jurusan informatika. Tampangnya bergaya, pakai topi dan kacamata, sekarang dia bergelut di bidang advertising.

Selang beberapa menit, dua orang bule duduk di sebelah kiri saya, tepatnya sepasang bule. Kemudian mereka bercanda tanpa menghiraukan saya yang terganggu dengan candaan mereka yang keras dengan bahasa asing pula (kayaknya bukan bahasa enggris). Beberapa menit, mereka (sepasang bule) mengeluarkan pemainan kartu namanya UNO. ahh, jadi ingat Si Iis Ndunk yang beberapa minggu yang lalu demen sama uno.

Hanya beberapa menit dua bule ini membuat saya terganggu, kereta pun tiba. saya mencari posisi nyaman untuk duduk di kereta ini. Ternyata eh ternyata ada bule lagi duduk di depan saya, untung mereka tidak heboh kayak bule yang pertama. Seperti biasa saya “ketiduran” di kereta. Tiba tiba saya terbangun, tengok sana-sini, untung baru sampai di stasiun klaten.

Beberapa menit kemudian sampelah saya di Stasiun Maguwo. Jalan kaki menuju asrama, makan, mandi, dan gosok gigi. Ini hanya cerita, pengalaman tadi sore. Mudah-mudahan bermanfaat.

15 thoughts on “Stasiun Balapan s/d Stasiun Maguwoharjo Sore ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s