Kehabisan Bahan Bakar

Pagi ini, aku berangkat ke Jogja. Berbekal secukupnya, aku berangkat menuju Jogja dengan mengendarai motorku yang oleh teman teman selalu dijuluki motor bahagia. Sebelum nyampe perempatan Pakis, tiba-tiba motorku mogok, Mesinnya mati. “busyettt ada apa gerangan?”, tanyaku dalam hati.

Dengan metode standar mengoprek mesin mogok di jalan, aku cobe memutar kran bensin, ternyata posisi ress. “Waduh, ternyata kemaren udah kehabisan trus tak puter ke posisi itu, lupa belum diisi lagi tuh tangki.” Ya udah aku beli bensin eceran di pinggir jalan.

Seperti itulah gambaran sebuah mesin, seberapa sehat mesin itu kalau tidak ada bahan bakar yang mengisi, mesin itu tidak bisa menyala. Dicerminkan pada manusia, meskipun secara fisik, kita ini utuh, tidak kurang suatu apa, jika ruh sudah tidak ada, kita ini hanya bongkahan daging yang menimbulkan penyakit di sekitar kita.

Hanya Allah yang dapat membuat kita hidup, untuk itu, marilah kita selalu bersyukur dengan kehidupan ini dengan melakukan sesuatu yang baik. Melakukan yang memberikan manfaat kepada diri kita sendiri dan lingkunagn kita.

Semoga bermanfaat🙂

7 thoughts on “Kehabisan Bahan Bakar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s