Kisah Tiga Musafir dan Bekal Mereka

Pada masa khalifah Ali bin Abi Thalib, ada tiga orang yang sedang melakukan perjalanan (musafir). Tiga orang tersebut masing-masing membawa bekal yang berbeda. Salah satu dari mereka membawa lima buah roti. yang lain membawa tiga buah roti. sedangkan musafir yang ketiga tidak membawa roti.

Di perjalanan tersebut, bekal dari ketiga orang ini dibuka bersama, kemudian dimakan bersama-sama. masing masing orang memakan bagian yang hampir sama tanpa diperhitungkan.

Ketiga di salah satu jalan, mereka harus berpisah. orang yang tidak membawa roti berjalan sendiri. sedangkan yang membawa bekal lima dan tiga buah roti masih berjalan bersama. Sebelum berpisah, orang yang tidak membawa bekal roti meninggalkan uang sebesar delapan dinar.

Ketika hanya berdua saja orang yang membawa bekal lima buah roti dan tiga buah roti hendak membagi uang pemberian orang yang tidak membawa bekal roti. Menurut orang yang membawa bekal lima buah roti, pembagian yang adil adalah lima dinar untuk yang membawa lima buah roti dan tiga dinar untuk yang membawa tiga buah roti. Namun orang yang membawa tiga buah roti menganggap pembagian itu tidak adil dia ingin dibagi sama yaitu empat dinar untuk masing masing orang.

Karena tidak ketemu, masalah ini diadukan kepada amitul mukminin Ali bin Abi Thalib. Kemudian pembagian yang adil menurut Ali adalah tujuh dinar untuk yang membawa lima buah roti dan satu dinar untuk yang membawa tiga buah roti. Jelas saja ini jadi membingungkan bagi keduanya.

Kronologis pengambilan keputusan ini adalah, dianggap masing masing orang memakan jumlah roti yang sama. Masing-masing roti dibagi menjadi tiga bagian. sehingga menjadi lima belas bagian detambah sembilan bagian sama dengan dua puluh empat bagian. Jika mereka makan sama banyak, masing masing makan delapan bagian. Yang membawa bekal lima buah roti, berarti memberika tujuh bagian roti kepada yang tidak membawa roti, karena dia makan delapan bagian. Dan yang membawa tiga buah roti memberikan satu bagian roti kepada yang tidak membawa bekal dan dia makan delapan bagian. Jika dihargai satu bagian sama dengan satu dinar berarti tujuh dinar untuk orang yang membawa lima buah roti dan satu dinar untuk yang membawa tiga buah roti.

Semoga dapat diambil pelajaran dari kiash ini. Diambil dari buku Keadilan Rasullullah para sahabat dan mungkin sedikit perubahan karena kapasitas otak manusia itu terbatas.

2 thoughts on “Kisah Tiga Musafir dan Bekal Mereka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s