Main ke Pengrajin

Sabtu pagi, tanggal 20 september aku bangun pagi sekali sekitar pukul tiga dini hari aku bangun. maklum lah puasa. bangun pagi, buka mata cuci muka cari makan gudhek jogja sama si Insap. Habis sahur tidur lagi (jelek banget sih). Habis itu shalat subuh.

Aku ingat ada acara nganter anjangsana ke pantai Depok. ingatnya itu pun karena di telpon ama si Anam, anam nelpon, “Wis siap kabeh”. aku menjawab,”Oke aku segera datang”. Setelah kumpul, bincang-bincang sejenak untuk koordinasi, berangkatlah kami ke pantai depok.

Keberangkatan kami, diawali dengan doa naik kendaraan. Kami membawa tiga mobil. setiap mobil berisi 8 atau 9 orang. Mobil paling depan disopiri oleh Insyaf, mobil kedua disopiri oleh Hero, dan yang terakhir disopiri oleh sopir handal, aku sendiri.

Sampe di pantai Depok, sebagian rombongan main air, sebagian nyang-nyangan beli ikan sebagian jalan jalan, aku sendiri cuma nongkrong. Ngobrol ngalor ngidul sama sopir mobil pertama. Jam yang disepakati telah habis saatnye menuju rumah Pak Heri Endar.

Diperjalanan, antara mobil pertama dan ketiga dibalik posisinya, aku jadi mobil pertama sebagai penunjuk jalan, Tapi sayang aku agak lupa jalur terdekat, jadilah aku lewatkan jalur yang sedikit agak jauh, tapi dijamin pasti nyampe. Ditempat Pak Heri pada belanja Onde-onde.

Perjalanan dilanjutkan ke tempat Mbah Yuli. Mbah yuli ini punya segudang pengalaman. Gudangnya besar jadi pengalamannya dibagi bagi. hebat bener beliau ini. Kami semua dikasih berbagai macam cerita bukan dongeng yang menggugah semangat enterpreneur.

Lanjut, ditempat Pak Ishak. lha disini ini rombongan kami membeli berbagai macam kerajinan mulai dari bolpoin, sampai kapal dalam botol. Selain membeli, ada sisi plusnya yaitu kamu tahu betapa sulitnya para pengrajin membuat sebuah kerajinan.

Alhamdulillah kami pulang dengan selamat. Ya Allah bertambah pengalamanku hari ini. Alhamdulillah

2 thoughts on “Main ke Pengrajin

  1. mybrainsgrowell, kalo aku sih sulit buat kerajinan, soale aku gak belajar hel tsb. tapi kalo pengrajin sendiri, mungkin lebih sulit koding soale dia juga tidak belajar koding. huwa huwa huwa, kepedesen.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s