Posted by: fajar2908 on: 10 Juli 2009
Dalam hidup di dunia ini, banyak sekali persinggungan antar makhluk Allah. Salah satunya adalah antar maunusia itu sendiri. Contoh yang paling dekat adalah apa yang terjadi pada kita sendiri.
Dalam persinggungan antara satu orang dengan orang yang lain, diperlukan komunikasi. Komunikasi dapat berupa lisan, tulisan, dan isyarat tubuh. Namun selama ini, komunikasi yang paling efektif dan paling mudah adalah melalui lisan.
Kebanyakan dari manusia lebih pandai berbicara daripada mendengarkan. Kebanyakan manusia pula lebih pandai menasehati daripada menerima nasehat. Apalagi nasihat itu dari orang yang dipandang lebih rendah derajatnya.
piye ya… aku gak pandai menulis nih. Intine ngajak mari kita senantiasa lebih peka dengan keadan saudara kita. belajar mendengarkan apa pendapat mereka. dan kita dapat berkembang bersama.
Posted by: fajar2908 on: 6 Juli 2009
Aku lagi seneng banget dengan lagu ini…
Terbangun di pagi hari. Disiuli genit burung dan mentari
Pantai indah telah menanti,mengiringi buih ombak yang menari
Resah hilang, hadapi hari ini, hapus mimpi yang tak pasti
Lepas sudah rapuhnya diri ini langkah bebas bersemiDi pantai ini ku menari (tak mungkin ku mampu lupakan)
Di pantai ini ku menyanyi (terngiang-ngiang indah pantai)
Di pantai ini ku menari (disini Senggigi lagi)
Tak ingin ku berhenti …Berlari telanjang kaki, laut biru tersenyum nelayan riuh menepi
Terbaring dipasir putih, amati langit ini kepak camar pun melambai
Angin bernyanyi, menepiskan lamunan kesombongan diri ini
Senja kan datang membelai pikiran tentang mimpi di awanDi pantai ini ku menari (tak mungkin ku mampu lupakan)
Di pantai ini ku menyanyi (terngiang-ngiang indah pantai)Di pantai ini ku menari (disini Senggigi lagi)
Tak ingin ku berhenti …Mentari siap menepi segera menandai hari akan berganti
Lembayung di sore hari sudah siap cumbui mimpi manis malam hari
Marangsang hati untuk bisa lupai kepiluanku ini
Harapkan datang peri siap temani menantiku malam ini
Jadi membayangkan indahnya…
Posted by: fajar2908 on: 5 Mei 2009
Beberapa hari terakhir, aku mengalami perenungan perenungan yang bertubi. Banyak masukan dari teman-teman yang menyuplik kandungan Al-Quran. Kritik dan saran mereka sungguh menggetarkan hatiku. Pengajian pun berisi penjebar semangat (kata Adi).
Terus saya mencobe menorahkan secuil dari sekeping ilmu yang saya terima. Bahwasanya, mari kita beramalal sebanyak-banyaknya untuk meraih kebahagiaan di akhirat. Banyak jalan untuk meraih surga, jika sampai tidak dapat, itu karena kemalasan dan kebodohan manusia.
Perbandingan antara jalan-jalan ke surga dan ke neraka adalah lebih mahal (dari segi materi dan waktu) jalan ke neraka. Dari segi materi, untuk membeli sebotol khamr adalah Rp2.500.000,- atau yang paling murah Rp. 20.000,- (dari berbagai sumber). Sedangkan untuk beramal menuju takwa kita bisa berp[uasa yang harganya gratis, atau bersedekah minimal dengan senyum kepada saudara.
Dari segi waktu, untuk mendapat dosa, perlu ber jam-jam duduk di diskotik dengan gadis-gadis (atau bukan) dengan kesenangan. Dalam waktu yang sama, iktikaf di masjid. atau dalam waktu yang lebih pendek dengan shalat.
Sekelumit perbandingan ini, semoga dapat menjadikan cambuk hati untuk lebih memperhatikan tingkah laku.
Posted by: fajar2908 on: 17 April 2009
Setiap manusia tentu pernah mengalami yang namanya masalah. Masalah-masalah akan senantiasa datang seakan tiada jeda jeda. bahkan ada masalah yang bertumpuk-tumpuk.
Kita mulai rekapnya permasalahan dari kecil, awalnya kita tidak bisa apa-apa, mesalah pipis saja merupakan masalah terbesar kita. sedikit dewasa, kita sudah menjadikan masalah yang tadi menjadi sederhana. timbul masalah lagi, bagaimana berjalan, bagaimana berlari. Karena masih baru, hal ini dianggap suatu yang besar, suatu yang luar biasa.
Menginjak masa sekolah. Memegang buku, untuk menulis membaca dan berhitung terasa berat, terasa melelahkan. Tetapi menjadi kelihatan sederhana setelah kita melaluainya. setelah kita berhasil mempelajari dan menyelesaikan pembelajaran itu.
Lulus sekolah dasar, permasalah bertambah dengan permasalahan sosial dengan teman sejawat. jadi bertambah deh masalahnya. Dan seterusnya hingga permasalahan yang kita hadapi sekarang ini. masing masing orang berbeda.
Yakinlah, permasalahan berat yang kita hadapi sekarang. di waktu mendatang akan kita lihat sebagai masalah yang mudah.
Posted by: fajar2908 on: 11 April 2009
Apa kabarmu
Aku kira tidak berbeda denganku
Kamu adalah gambaran diriku yang paling jujur
Hanya dari kamu aku dapat mengrti diriku
Komentar Terakhir