Akankah Bahasa Kita Menghilang

15 Komentar

Berawal dari percakapan bersama seorang sahabat. mengomentari sebuah logo yang berbunyi “Generation Enlighment”. Dia melontarkan suatu pertanyaan kepadaku, “Jar, Fajar, Yang bener itu Generation Enlighment atau Enlighment Generation?” Untuk saat itu aku belum nyambung dengan omongannya, bahwa dia mengomentari sebuah logo. aku jawab, “ga tahu lah kelihatannya yang bener tuh Enlighment Generation.” Kemudian dia menunjukkan tulisan besar yang berbunyi “Generation Enlighment”. Seketika aku ragu apakah aku yang salah, karena aku tidak begitu ahli dalam berbahasa asing.

Pembicaraan yang tadinya dimulai dari hal yang begitu sederhana kini berkembang menjadi pemikiran yang lebih luas. Muncul pertanyaan-pertanyaan yang kritis dari percakapan yang kami lakukan. Seperti, “Kenapa kita sebagai bangsa Indonesia malah membuat slogan-slogan dengan bahasa asing?”. Juga pertanyaan “Adakah kemungkinan kita akan kehilangan bahasa kita sendiri, karena bagitu banyak generasi muda (hal ini adalah jawa karena saya tinggal di Jawa) tidak paham aksara jawa (huruf jawa)”.

Dikampus, pemikiran ini masih berlanjut. Melihat dari sahabat-sahabat saya yang lebih suka menggunakan istilah asing dari pada istilah dari bahasa kita sendiri. Kata meeting lebih sering digunakan dari pada kata pertemuan atau rapat oleh sebagian sahabat. Atau kalau sering ke masjid fakultas, kata antum atau ana lebih banyak digunakan oleh para sahabat dari pada kata kamu atau saya. Katanya lebih islami. Atau ketika istirhat dalam acara seminar, kenapa harus menggunakan istilah break, apakah kata istirahat tidak cukup mewakili?

Sungguh suatu yang memprihatinkan buatku. Dengan tulisan ini, saya mengajak sahabat-sahabat saya untuk membudayakan bahasa kita. jangan sampai bahasa kita tidak lagi digunakan di negri kita sendiri.

Antara Bahagia dan Sedih

15 Komentar

http://cahayamatadanhati.files.wordpress.com/2009/05/smile1.jpg

Selamat malam teman-teman yang telah sudi membaca tulisan saya. Meskipun yang saya tulis disini bukanlah suatu yang berarti buat njenengan, namun merupakan hal yang berarti dan sangat berpengaruh dalam kehidupanku.

Malam yang dingin, duduk sendiri di depan monitor, mengerjakan-pekerjaan siang yang tersisa dan harus mencapai target yang digunakan sebagai acuan besok pagi. Tiba tiba muncul pikiran untuk menceritakan pengalaman siang ini.

Pagi ini, seorang teman telah bahagia merayakan pergantian namanya. Namanya telah berubah dengan tambahan empat buah huruf dibelakang namanya, yakni S.Kom. Selamat ya… Setelah berjuang selama beberapa tahun, kini dia telah mendapatkan selembar kertas yang dianggap keramat oleh sebagian orang, ijazah.

Begitulah acara pagi ini. Aku yakin dia bahagia dengan kelulusannya. Kemudian aku bercermina pada diriku dan bertanya, kapan kamu lulus hai manusia dalam cermin? Secepatnya, jawabku selalu.

Begitulah, aku bahagia atas kebahagiaanmu hai teman, namun di dalam hati aku bersedih karena aku tidak bisa lulus bersama kamu. Semoga pada jadwal wisuda setelah ini, namaku telah tertulis. aamiiin. :)

 

Alur Komunikasi yang Salah

4 Komentar

Pernahka teman-teman pembaca blog yang tercinta merasa menjadi orang yang serba salah? Pagi ini aku merasa menjadi oran yang serba salah. Aku terjerumus dalam situasi yang sedikit sulit.

Begini ceritanya, hai senin tanggal 17 Mei 2010 aku mendapat sebuah tugas (tidak usah disebutkan tugasnya). Lha dari tugas itu, aku merasa persiapan udah matang, udah tek persiapken. Ternyata ditengah progress, ada resource yang kurang.

Karena pengen bertanggung jawab, aku mencari sendiri tambahan resource tersebut, minta bantuan teman saya yang tidak bisa disebut namanya lagi. Dia janji hari rabu, oke kelo begitu, toh kalo udah dapat, pengerjaannya tidak butu waktu lama.

Ternyata eh, ternyata sekarang hari rabu. Dia berkhianat (bahasa kasarnya) yang dia janjikan tidak bisa ditepati. Tapi ya dapat dimaklumi, karena dia mendapat tugas dadakan.

Akhirnya, pengerjaan tidak optimal. Masih ada dua titik kekurangan, dimarahi sama yang ngasih tugas. Intinya adalah komunikasi yang baik. Andai saja sejak senin saya bilang sama yang ngasih tugas kalau kurang bahan, beliau pasti langsung ngasih.

Sungguh menyesal. :(

Posisi Menang dan Posisi Kalah

6 Komentar

Dunia ini merupakan kancah pertarunga. setiap manusia menginginkan terwujudnya mimpi yang telah dirajut. Berharap kan bahagia bila mimpi itu menjadi nyata. Dan memang jika mimpi menjadi nyata bahagia kan dirasa. Dalam liku-liku pembentukan mimpi menjadi nyata, tentu akan terjadi persinggunagn dengan kepentingan-kepentingan dari orang lain yang tentu saja juga mempunyai mimpi. Ketika terjadi persinggunagn inilah, dunia menjadi semakin dinamis. Ketika dinamisme terbentuk keajuan akan menjadi pasti.

Dalam menghadapi persinggungan yang melahirkan persaingan ini seyogyanya sebagai sesama manusia menggunakan budi pekerti yang luhur. Tidak asal menang. Karena kemenangan bisa di dapat dengan dua cara, meningkatkan kemampuan diri atau menurunkan kemampuan lawan. Tentu yang lebih patut dan terhormat adalah cara yang pertama.

Dengan adanya dua posisi ini, maka perlu adanya sikap dimasing-masing posisi yang tentunya berbeda. Kedua sikap ini akan mempengaruhi kejiwaan dan sikap seseorang terhadap orang lain. Dengan menerapkan sikap yang salah, maka hati akan menjadi rusak dan sosialisasi menjadi tidak sehat, terutama kepada lawan mainnya.

Bila posisi menang hendaklah ber rendah hati, tidak menyombongkan diri, serta mengingat bahwa apa yang didapat adalah dari Allah dan bila berkehendak, dengan mudah Dia mengambilnya. Memanfaatkan pencapaian yang didapatkan sebaik-baiknya.

Bila posisi kalah, maka hendaklah bersabar, karena apa pun pencapaian yang dia lakukan adalah sudah maksimal. Menerima kekalahan dengan lapang dada, tidak mengolok kepada yang menang dan menuduh dengan tuduhan yang bukan-bukan.

Semoga bermanfaat. :)

Semua itu Ada Masanya

8 Komentar

Kemarin, jalan-jalan, maen-maen, kebetulan mendengar ada bedah buku atau bisa disebut acara launching buku. bukunya adalah sebuah novel yang saya prediksi kedepan cukup menjadi kontoversi, tetapi setelah mendengar alasan dari pengaranya tentang mengapa dia menulis buku tersebut, saya bisa menerimanya. Ditambah lagi, secara sepintas saya sudah membaca beberap bagian dari buku tersebut.

Acara yang saya ikuti tidak perlu saya tuliskan panjang lebar disini. Yang saya garis bawahi adalah salah satu kalimat dari sang penulis, yaitu Tasaro GK. dia berkata, “Bahwa semua itu ada masanya, dan kita tidak bisa memaksakan.”. Dari kalimat yang dia paparkan, saya menangkap, dan memahami pada diri saya sendiri bahwa memang tidak ada kebetulan di dunia ini. Semua yang berlaku telah diatur oleh Allah.

Sikap kita sebagai manusia adalh menjalani sunatullah yang telah ada. Kita bisa memilih jalan yang terbaik bagi kita. Dengan melalui sunatullah ini, kita dapat melalui kehidupan ini dengan baik. Kita harus berusaha untuk menggapai impian kita. dengan usaha dan doa, maka Allah akan memberi yang terbaik untuk kita.

Ketika usaha kita gagal menurut versi kita, seyogyanya kita berfikir mungkin inilah yang terbaik untuk kita. dengan catatan, usaha yang kita lakukan telah seungguh-sungguh. Memang semua itu ada masanya sendiri-sendiri. Kita tidak bisa memaksakan hal tertentu harus ada pada waktu tertentu.

Semoga bermanfaat :) .

Entri Lama

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.