Ngenet Bareng Sang Pengelana

5 Komentar

Sore ini, aku ngenet bersama dengan Sang Pengelana. Sang pengelana adalah nama keren dari sesosok tumbuh yang tinggal sama aku, satu kost. Beliaunya adalah mahasiswa Jurusan Peternakan di salah satu Universitas negri yang terenal di Jogja, yang sekarang hampir/sudah jadi BHMN.

Sore ini pula aku dipinjami laptop, gratis. ambil listrik di salah satu warnet, gratis. Menggunakan voucer temanku yang lain, gratis pula. Aku rasa hidupku sore ini begitu sempurna. Sungguh bahagia hidup gratis sepanjang hari.

Aku bermimpi,  aku dapat menikmati menikmati hidupku seperti hari ini, tetapi, ini hanya mimpi belaka. Tidak ada kehidupan yang statis. Suatu saat semua pasti berubah.

Akibat kemalasanku

1 Komentar

Pagi yang cerah, matahari menapaki langit dengan tekun dan konsisten. Jarum paling tipis yang melekat pada jam di dinding kamarku pun berputar dengan teratur dan konsisten. Begitu pula dengan embun pagi yang sedikit demi sedikit meninggalkan diriku dan berganti dengan kehangatan mentari pagi. Aku pun tak mau ketinggalan. Aku tetap konsisten dengan kemalasan yang ada pada diriku.

Memang tidak ada baiknya, mempunyai sifat ini. Tetapi sifat ini enggan meninggalkan diriku. Ya Allh hilangkanlah segala sifat buruk dari tubuhku, termasuk sifat malas ini. Karena sifat inilah sampai-sampai aku kehabisan baju ganti, kehabisan bensin, KTM masih di rental, serta kasur dan bantal berserakan.

Tetapi itu kemarin, sekarang semua itu telah terselesaikan, Alhamdulillah

Lirik Lagu Iwan Fals “Nak II”

7 Komentar

Nak dengarlah bicara bapakmu
Yang kenyang akan hidup terang dan redup
Letakkan dahulu mainan itu
Duduk dekat bapak sabar mendengar
Kau anak harapanku yang lahir di jaman gersang
Segala sesuatu hanya ada karena uang
Ya . . . . . ya . . . . . ya . . . . . ya . . . . . .
Kau anak dambaanku yang besar di kancah perang
Kau harus kuat yakin pasti menang
Sekolah biasa saja jangan pintar-pintar percuma
Latihlah bibirmu agar pandai berkicau
Sebab mereka sangat perlu kicau yang merdu
Sekolah buatmu hanya perlu untuk titel
Pedulu titel didapat atau titel mu’jizat
Ya . . . . . ya . . . . . ya . . . . . ya . . . . . .
Sekolah buatmu hanya perlu untuk gengsi
Agar mudah bergaul tentu banyak relasi
Jadi penjilat yang paling tepat
Karirmu cepat uang tentu dapat
Jadilah Dorna jangan jadi Bima
Sebab seorang Dorna punya lidah sejuta
O . . . . o . . . . o . . . . . o . . . .
Hidup sudah susah jangan dibikin susah
Cari saja senang walau banyak hutang
Munafik sedikit jangan terlalu jujur
Sebab orang jujur hanya ada di komik
Pilihlah jalan yang mulus tak banyak batu
Sebab batu-batu bikin jalanmu terhambat
Ya . . . . . ya . . . . . ya . . . . . ya . . . . . .
Pilihlah jalan yang bagus tak ada paku
Sebab paku itu sakit apalagi yang berkarat
Jadilah kancil jangan buaya
Sebab seekor kancil sadar akan bahaya
Jadilah bandit berkedok jagoan
Agar semua sangka engkau seorang pahlawan
Jadilah bunglon jangan sapi
Sebab seekor bunglon pandai baca situasi
Jadilah karet jangan besi
Sebab yang namanya karet tahan kondisi
O . . . . o . . . . o . . . . . o . . . .
O . . . . o . . . . o . . . . . o . . . .
Anakku aku nyanyiakan lagu
Waktu ayah tak tahan lagi menahan murka

-Rahman Tardjana- .

Pesan-pesan diatas merupakan sindiran. Karena semuanya mengajak untuk menjadi orang jahat.

Syarat-Syarat Menuntut Ilmu

32 Komentar

Aku teringat, ketika aku masih kecil. Ketika awal aku belajar, ada sebuah maqolah, yang bunyinya dalam bahasa arab:

Alaalaatanaul ‘ilma illa bi sittatin. Dzakaun walhirsun wastibrun dst pokoke panjang, aku udah lupa. :) .Walaupun lupa kalimate tapi maksute insyaallah kan selalu kuingat. Isi dari maqolah itu bagus banget, artinya dalam syair :

Elingo golek ilmu iku sarate enem. Iki katerangane ojo nganti ra gelem. Sawiji kudu limpat, lobo kaping pindhone. Temen kaping telu, Pate ono sangune. Limane kudu ono guru kang mituturi. Suwe mangsane iki sarat kaping eneme.

Buat yang gak bisa basa jawa, dapat aku jelasin, kurang lebih begini:

Syarat mendapatkan ilmu itu ada enam, dan harus ditempuh semuanya.

1. Cerdas

Yang dimaksud cerdas disini bukanlah orang yang ber IQ tinggi, tapi cukup sehat akal alias tidak gila saja. Asalkan orang itu tahu bahwa kertas yang jika dilihat berwarna kemerahan bergambar Bung Karno dan Bung Hatta, dan disebaliknya bergambar gedung MPR, diraba terasa kasar, diterawang ada tanda air, adalah uang Rp.100.000,- itu sudah cukup cerdas.

2. Rakus

Maksudnya jangan pernah merasa puas dengan ilmu yang dimiliki. Di atas langit pasti ada langit, untuk itu perlu kita raih langit diatas kita.

3. Sungguh-sungguh

Belajar dengan sungguh sungguh, konsentrasi dan tidak mudah terbelok oleh kegiatan dan acara lain. Tetap fokus pada apa yang sedang dipelajari.

4. Dana alias duit alias harta

Untuk mendapat ilmu, perlu dikeluarkan banyak uang. Karena ilmu itu sangat mahal harganya. Walaupun katanya SPP gratis tetap aja ada tambahan biaya lainnya. Karena dalam mencari ilmu tidak ada yang namanya gratis.

5. Guru yang mengajar

Mencari ilmu tanpa guru bisa menyebabkan kesesatan, salah arah dan behkan kehancuran dunia. Wuih mantab. Karena keterangan dari guru ini penting. Jika seseorang hanya membaca buku terus menerus tanpa diajar oleh guru yang mengajarnya (Walaupun katanya buku adalah guru yang paling sabar, tapi buku kan tidak bisa mituturi), dia akan menjadi bingung bahkan stress.

6. Waktunya lama

Tidak ada ilmu secara instan. Walaupun ada di iklankan di koran, TV dan radio bisa ini itu secara cepat, dapat dipastikan pelajaran yang diterima masih sangat dangkal.

Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.